Jumat, 12 Oktober 2018

MAKALAH OKTARESI- KLASIFIKAS METODE PEMBELAJARAN PAI DAN FUNGSINYA


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Pembelajaran PAI
Dosen Pengampu: Burhanudin, M.S.I









Disusun oleh kelompok 4 :
Oktavera Audina (2016.1303)
Resi Restiani (2016.1306)




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUKABUMI
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI)

Jln.Lio Balandongan (Begeg) No.74 Kel. Cikondang, Kec. Citamiang, Kota Sukabumi
www.staisukabumi.blogspot.com Email: stai.sukabumi@gmail.com



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah membeikan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat meyelesaikan makalah yang berjudul “Klasifikasi dan Fungsi Metode Pembelajaran PAI dengan baik.
Adapun maksud penyusunan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliahMetodologi Pembelajaran PAI. Selain itu kami berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang pengklasifikasian metode-metode pembelajaran PAI.
Kami menyadari banyak sekali kekurangan dalam penulisan makalah ini, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan di masa mendatang.

                                                            








Sukabumi, 17 O ktober 2018



                                                                                                                                                  Penulis





DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
KATA PENGANTAR...........................................................................................         
DAFTAR ISI.........................................................................................................        
BAB I      PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ..........................................................................................        
B.     Rumusan Masalah .....................................................................................        
C.     Tujuan Penulisan........................................................................................        
D.    Manfaat Penulisan......................................................................................        
BAB II       PEMBAHASAN
A.    Klasifikasi dan Fungsi................................................................................        
B.     Metode Pembelajaran PAI.........................................................................        
C.     Klasifikasi Metode Pembelajaran...............................................................        
D.    Faktor Penggunaan metode dan fungsinya.....................................................      
BAB III     PENUTUP
A.    Simpulan....................................................................................................     
B.     Saran..........................................................................................................      
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................      








BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Metode mengajar ialah cara yang digunakan oleh sorang guru untuk menyampaika materi pembelajaran kepada peserta didik. Karena penyampaian itu berlangsung dalam interaksi edukatif, metode mengajar dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh pendidik dalam mengadakan hubungan dengan pelajar pada saat berlangsungnya pembelajaran. Dengan demikian, metode mengajar merupakan alat untuk menciptakan proses belajar mengajar.
Mengingat bahwa mengajar pada hakikatnya merupakan upaya guru dalam menciptakan situasi belajar, metode yang digunakan diharapkan mampu menumbuhkan berbagai kegiatan belajar bagi para pelajar. Oleh karena itu metode belajar yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar bagi pelajar, dan upaya guru dalam memilih metode yang baik merupakan upaya mempertinggi mutu pengajaran atau pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.
Terdapat beberapa metode mengajar yang dapat digunakan oleh seorang guru. Untuk mempermudah penggunaannya metode-metode tersebut dikelompokkan berdasarkan penggunaan pada mata pelajara PAI dan fungsi disetiap poinnya. Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai pengelompokkan metode pembelajaran PAI, makadalam makalah penulis kali ini mengangkat tema “Klasifikasi dan Fungsi Metode Pembelajaran PAI”
                                                
B.     Rumusan masalah
Untuk membatasi masalah agar lebih terpusat pada pokok persoalan sesuai dengan judul diatas, maka dalam makalah ini pemakalah menguraikan beberapa permasalahan yaitu:
1.      Bagaimana pengklasifikasian dan fungsi metode pembelajaran PAI?
2.      Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengklasifikasian dan fungsi metode pembelajaran PAI?

C.       Tujuan Penulisan
Berdasarkan pada permasalahan yang diajukan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pengklasifikasian dan fungsi metode pembelajaran PAI.
2.      Untuk mengetahui Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengklasifikasian dan fungsi metode pembelajaran PAI.

D.    Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini sebagai berikut:
1.      Manfaat Teoritis
Penyusunan karya tulis ini diharapkan dapat memberi manfaat untuk menambah khazanah keilmuan mengenai klasifikasi dan fungsi dari metode pembelajaran PAI.
2.      Manfaat Praktis
a.    Bagi Penulis
Penulis dapat menambah wawasan tentang klasifikasi dan fungsi metode pembelajaran PAI.
b.    Bagi Pembaca
Memberi wawasan dan pemahaman mengenai klasifikasi dan fungsi metode pembelajaran PAI.





















BAB II
 PEMBAHASAN

A.    Klasifikasi dan Fungsi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Klasifikasi adalah penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan.
Klasifikasi merupakan kata serapan dari bahasa Belandaclassificatie, yang sendirinya berasal dari bahasa Prancis classification. Istilah ini menunjuk kepada sebuah metode untuk menyusun data secara sistematis atau menurut beberapa aturan atau kaidah yang telah ditetapkan.
Secara harfiah bisa pula dikatakan bahwa klasifikasi adalah pembagian sesuatu menurut kelas-kelas. Menurut Ilmu Pengetahuan, Klasifikasi adalah Proses pengelompokkan benda berdasarkan ciri-ciri persamaan dan perbedaan.[1]
Menurut Towa P. Hamakonda dan J.N.B. Tairas, klasifikasi adalah pengelompokan yang sistematis dari obyek, gagasan, buku atau benda-benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama.
Adapun Sulistyo Basuki mengemukakan bahwa klasifikasi berasal dari kata Latin “classis” atau proses pengelompokan, artinya mengumpulkan benda/entitas yang sama serta memisahkan benda/entitas yang tidak sama.[2]
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa klasfifikasi adalah suatu kegiatan yang mengelompokkan sesuatu yang memiliki beberapa ciri yang sama dan memisahkan yang tidak sama. Jadi klasifikasi dan fungsi metode pembelajaran PAI adalah pengelompokan metode-metode pembelajaran PAI berdasarkan penggunaan pada mata pelajaran PAI yaitu, Al-Qur’an Hadist, Aqidah Akhlak, Fiqih dan SKI yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

B.     Metode Pembelajaran PAI
Metode pembelajaran adalah cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran yang akan digunakan oleh guru pada saat menyajikan bahan pelajaran, baik secara individual atau secara kelompok. Agar tercapainya tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan, seseorang guru harus mengetahui berbagai metode. Dengan memiliki pengetahuan mengenai sifat berbagai metode, maka seorang guru akan lebih mudah menetapkan metode yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi. Penggunaan metode mengajar sangat bergantung pada tujuan pembelajaran.
Syarat-syarat yang harus diperhatikan oleh seorang guru dalam penggunaan metode pembelajaran adalah sebagai berikut :
1.      Metode yang dipergunakan harus dapat membangkitkan motif, minat, atau gairah belajar siswa.
2.      Metode yang digunakan dapat merangsang keinginan siswa untuk belajar lebih lanjut.
3.      Metode yang digunakan harus dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan hasil karya.
4.      Metode yang digunakan harus dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian siswa.
5.      Metode yang digunakan harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi.
6.      Metode yang digunakan harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai serta sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari.[3]

C.     Klasifikasi Metode pembelajaran
Metode digunakan oleh seorang pendidik untuk mengkreasi lingkungan belajar dan mengkhususkan aktivitas dimana guru dan siswa terlibat selama proses pembelajran berlangsung. Hal yang terpenting dalam metode ialah, tujuan belajar yang ingin dicapai. Penetapan metode dapat divariasikan melalui strategi yang berbeda bergantung pada tujuan yang akan dicapai dan konten proses yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.
Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran yang diklasifikan sebagai berikut:
1.       Metode Ceramah
2.     Metode Diskusi
3.     Metode Tanya Jawab
4.     Metode Pembiasan
5.     Metode Keteladanan
6.     Metode Pemberian Ganjaran
7.     Metode Pemberian Hukuman
8.     Metode Sorogan
9.     Metode Bandongan
10.   Metode Muzakarah
11.   Metode Kisah
12.   Metode Pemberian Tugas
13.   Metode Karya Wisata
14.   Metode Eksperimen
15.   Metode Latihan
16.   Metode Sosio-drama
17.   Metode Simulasi
18.   Metode Kerja Lapangan
19.   Metode Demonstrasi
20.   Metode Kerja Kelompok
Pemilihan metode mengajar yang tepat terkait dengan efektifitas pengajaran. Ketepatan penggunaan metode mengajar dipengaruhi oleh banyak faktor, diataranya:
a.       Tujuan yang hendak dicapai
Tujuan ini hendaknya dijadikan tumpuan perhatian karena akan memberi arah dalam memperhitungkan efektivitas suatu metode.
b.      Keadaan pelajar
Metode mengajar merupakan alat untuk menggerakkan pelajar agar dapat mempelajari bahan pelajaran. Seorang pendidik dapat menggerakkan pelajar jika metode mengajar yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan pelajar.
c.       Bahan pengajaran
Pendidik hendaknya mampu menguraikan bahan pengajaran kedalam unsu-unsur secara rinci.
d.      Situasi belajar mengajar
Pengertian situasi belajar mencakup suasana dan keadaan kelas-kelas yang berdekatan yang mungkin mengganggu jalannya proses belajar-mengajar, keadaan siswa masih semangat atau sudah lelah, keadan cuaca dan sebagainya.
e.       Fasilitas
Metode-metode mengajar sebagian dapat digunakan dengan fasilitas yang minim, dan sebagian yang lain menuntut fasilitas memadai yang tidak dapat digunakan apabila tidak didukung fasilitas tertentu. Guru hendaknya memperhitungkan peran fasilitas tersebut dalam menetapkan metode mengajar yang akan digunakan.
f.       Kekuatan dan kelemahan metode
Pendidik dapat menegtahui dan mempertimbangkan batas-batas kekuatan dan kelemahan metode yang digunakan, karena setiap metode memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda.
D.  fungsi Penggunaan Metode Pembelajaran
Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, metode pembelajaran memiliki beberapa fungsi, diantaranya:
1.      Sebagai Alat Motivasi Ekstrinsik.
Sebagai salah satu komponen pembelajaran metode menempati peranan yang tidak kalah pentingnya dari komponen lain. Tidak ada satu pun kegiatan pembelajaran yang tidak menggunakan metode pembelajaran. Ini berarti, fungsi metode pembelajaran sebagai alat motivasi ekstrinsik, dengan menempatkan guru sebagai motivatornya. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Metode pembelajaran berfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang dapat membangkitkan belajar peserta didik. Motivasi ekstrinsik menurutSardiman A.M.(1988:90) adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya rangsangan dari luar. Karena itu, metode berfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang dapat membangkitkan belajar seseorang.
2.      Sebagai Strategi Pembelajaran.
Daya serap peserta didik terhadap bahan yang diberikan juga bermacam-macam. Ada yang cepat, ada yang sedang, dan ada yang lambat. Faktor inteligensi mempengaruhi daya serap peserta didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan guru. Perbedaan daya serap peserta didik memerlukan strategi pembelajaran yang tepat, dan metode merupakan salah satu solusinya. Bagi sekelompok peserta didik boleh jadi mudah menyerap bahan pelajaran bila guru menggunakan metode tanya jawab, tapi bagi sekelompok peserta didik yang lain. Di sinilah letak fungsi metode pembelajaran. Oleh karena itu, dalam kegiatan belajar mengajar menurut Dra Roestiyah N.K (1989:1), guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara efektif dan efisien, mengenai pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metode mengajar. Dengan demikian, metode mengajar adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
3.      Sebagai Alat untuk Mencapai Tujuan.
Tujuan adalah suatu cita-cita yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran dan menjadi pedoman yang memberi arah kemana kegiatan pembelajaran akan dibawa. Tujuan dari kegiatan pembelajaran tidak akan pernah tercapai selama komponen-komponen lainnya tidak diperlukan. Salah satu komponen tersebut adalah metode. Fungsi metode pembelajaran adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Dengan memanfaatkan metode secara akurat guru akan mampu mencapai tujuan pembelajaran. Ketika tujuan dirumuskan agar anak didik memiliki keterampilan tertentu, maka metode yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan.
Selain itu penggunaan metode mengajar dalam pembelajaran ditinjau dari segi prosesnya memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut : 
a.       Sebagai cara untuk mencapai tujuan pembelajaran.
b.      Sebagai gambaran aktivitas yang harus ditempuh oleh siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran.
c.       Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan alat penilaian pembelajaran.
d.      Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan bimbingan dalam kegiatan pembelajaran, apakah dalam kegiatan pembelajaran tersebut perlu diberikan bimbingan secara individu atau kelompok.


BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Dari pembahasan diatas dapat ditarik sebuah simpulan sebagai berikut:
1.        Metode pembelajaran adalah cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran yang akan digunakan oleh guru pada saat menyajikan bahan pelajaran, baik secara individual atau secara kelompok.
2.        Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran yaitu: Metode Ceramah, Metode tanya jawab, Metode Diskusi, Demonstrasi dan Eksperimen, Tugas belajar dan Resitasi, Kerja Kelompok, Karyawisata, Manusia sumber, Simulasi dan Latihan.
3.        Ketepatan penggunaan metode mengajar dipengaruhi oleh banyak faktor, diataranya: Tujuan yang hendak dicapai, Keadaan pelajar, Bahan pengajaran, Situasi belajar mengajar, Fasilitas dan Kekuatan dan kelemahan metode.
4.        Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, metode pembelajaran memiliki beberapa fungsi, diantaranya: Alat Motivasi Ekstrinsik, Strategi Pembelajaran dan Alat untuk Mencapai Tujuan.
5.        Selain itu penggunaan metode mengajar dalam pembelajaran ditinjau dari segi prosesnya memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut : Sebagai cara untuk mencapai tujuan pembelajaranSebagai gambaran aktivitas yang harus ditempuh oleh siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaranSebagai bahan pertimbangan dalam menentukan alat penilaian pembelajaran sertaSebagai bahan pertimbangan untuk menentukan bimbingan dalam kegiatan pembelajaran, apakah dalam kegiatan pembelajaran tersebut perlu diberikan bimbingan secara individu atau kelompok.

B.     Saran
Dengan makalah ini diharapkan dapat menjadi salah satu dari referensi atau pedoman pendidik dalam menentukan metode pembelajaran yang akan dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tiada gading yang tak retak, begitu juga dengan makalah ini. Dengan segala keterbatasan dan kemampuan penulis, maka untuk pengembangan lebih lanjut disarankan kepada para pembaca untuk turut mencari reverensi lain terkait dengan materi ini guna menjadi masukan kepada penulis dan perbaikan serta penyempurnaan kedepannya.





DAFTAR PUSTAKA

Dra. Sumiati dan Asra, M.Pd. 2008. Metode pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.

Drs. H. M. Suparta dan Drs. Herry Noer Aly, MA. 2008. Metodologi pengajaran agama islam. Jakarta: Amissco.

Prof. Dr. Syaiful Sagala, M.Pd. 2003. Konsep dan makna. Bandung: Alfabeta.

Sabri, Ahmad. 2005Strategi Belajar Mengajar Micro TeachingJakarta : Quantum teaching.

Septiandi, dendi. 2012. Prinsip dan Fungsi Metode Mengajar.http://dendiseptiandi27.blogspot.co.id/2012/12/prinsip-dan-fungsi-metode-mengajar.html (25 Oktober 2016)





[1] Diakses dari, https://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi pada tanggal 17 Oktober 2018
[3] Ahmad SabriStrategi Belajar Mengajar Micro Teaching (Jakarta : Quantum teaching, 2005). Hlm. 52-53
[4] Drs. H. M. Suparta, MA, et al,  Metodologi pengajaran agama islam (Jakarta: Amissco, 2008), Hlm. 170





Tidak ada komentar:

Posting Komentar